icini08's blog

mencari dan memberi yang terbaik

Cerita ngakaaakkkk…..!!!! hahaha

Juni20

Humor Lucu – Tentang Komunikasi Indonesia

// December 11, 2009 · Posted in Humor

// Hai sob …..ini ada cerita lucu semoga bisa bikin ketawa pembaca. Kalo ngga ketawa berarti kurang normal..hahah:)

Alkisah; Tiga negara, yaitu Amerika, Inggris, dan Indonesia berlomba-lomba menentukan siapa diantara mereka yang lebih dulu menggunakan teknologi

canggih dengan meneliti keadaan tanah negaranya masing-masing untuk melihat siapa yang terhebat di masa yang lalu.
Disepakati penelitian dimulai dari Amerika trus Inggris & terakhir Indonesia.

Di Amerika, stl penggalian sudah mencapai 1000 meter maka ditemukan kabel tembaga, maka Team Amerika dengan banggannya menyimpulkan
bahwa 1500 tahun yang lalu telah dibangun jalur telepon dengan memakai tembaga di Amerika.

Di Inggris, setelah penggalian sudah mencapai kedalaman 1000 m tidak ditemukan kabel tembaga, tetapi setelah mencapai kedalaman 1500 m ditemukan serpihan kaca maka Team Inggris tersebut dengan bangganya menyimpulkan bahwa 2500 tahun yang lalu telah dibangun jalur komunikasi dengan memakai Fiber Optik di Inggris

Dan terakhir di Indonesia, setelah penggalian sudah mencapai kedalaman 500 m dan 1000 m sampai seterusnya tidak ditemukan apa-apa, lalu dgn sangat bangganya, maka Team Indonesia menyimpulkan bahwa 5000 tahun yang lalu komunikasi di sini telah menggunakan wireles.

//

posted under Academic | No Comments »

Masyarakat “Reg Spasi”

Juni20

Teknologi informasi dan komunikasi baru juga menciptakan kontradiksi. Media baru misalnya, mengajarkan budaya konsumsi. Apalagi kini bisnis chatting, sms, ketik reg telah menjadi bisnis multi-miliar rupiah. Ada rupiah di balik setiap komunikasi yang dilakukan. Sambil duduk saja anak muda sekarang bisa menghabiskan puluhan ribu pulsa HP-nya hanya dalam beberapa menit.

Orangtua sekarang harus selalu menyediakan anggaran komunikasi bagi anak yang dicintainya. Siapa yang tak bangga punya anak di TK yang sudah tangkas menggunakan HP dan anak di SMP yang sudah piawai memainkan laptop? Berapa jam sehari anak-anak sekarang nongkrong di warnet atau di depan pesawat televisi? Berbagai informasi dengan mudah mereka cari dan dapatkan. Kontradiksi lain, kini kini nyaris kita mendapatkan sms yang bertuliskan ketik “Reg Spasi”.

Mereka yang mengaku ahli di bidang jodoh dan cinta,kerja dan nasib, penghasilan dan pengharapan, hidup dan mati, bahkan surga dan neraka tak henti menawarkan penyelesaian persoalan atas problema hidup. Setiap persolan hidup dianggap bisa diselesaikan hanya dengan ketik reg. Masyarakat ketik reg adalah contoh paling telanjang untuk memahami apa yang disebut para pemikir budaya mutakhir sebagai bentuk “komersialisasi budaya” atau “kolonisasi kesadaran”dalam ruang publik. Iklan yang irasional memborbardir kita dalam jarak terdekat, sedekat telinga dengan HP kita.

Ketika konsumsi HP tak berbeda dengan konsumsi permen, penggunaan alat komunikasi lebih dari sekadar pernyataan eksistensi atau identitas “generasi net”. Ia menjadi alat pementasan gaya hidup yang trendi. Yang pasti, dari penggunaan dan gaya orang memanfaatkan internet dan HP, kita bisa melihat sejauh mana tingkat kematangan orang tersebut. Karena cara penggunaan teknologi informasi/komunikasi dan budaya komunikasi sebuah bangsa,juga akan menunjukkan sejauh mana kemajuan peradaban bangsa tersebut.

posted under Academic | No Comments »

Makalah BMI

Juni20

Mata Kuliah :

Berfikir dan Menulis Ilmiah

Prilaku Komuniasi dalam Berorganisasi

Di Susun Oleh :

Icin Trisnawati

( I 34080071 )

Nama Asisten Pratikum :

Rizal Razak, SP.

Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

Fakultas Ekologi Manusia

Institut Pertanian Bogor

2009 / 2010

BAB 1

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

Komunikasi dilakukan untuk menyampaikan pesan dari satu pihak kepada pihak yang lain. Prilaku seseorang dalam berkomunikasi sangat mejamin berlansung atau berjalannya suatu organisasi yang baik dan lancar. Tulisan pendek ini dibuat untuk menyelesaikan salah satu studi saya pada mata kuliah “Berfikir dan Menulis ilmiah.” Saya memilih tema ini karena suatu organisasi membutuhkan kerja sama yang baik antar sesama anggota dengan memprioritaskan prilaku dan komunikasi yang baik, karena sebagai mana kita ketahui bersama pada umumnya setiap individu memiliki suatu organisasi, baik itu organisasi dari tingkat RT atau RW, organisasi dalam studi belajar mengajar di kampus, bahkan sampai ke anggota salah satu  Departemen pemerintah.

Seorang staf pengajar Fisipol UGM dan pasca sarjana UGM yang bernama miftah Thoha dalam bukunya yang berjudul Pelilaku Organisasi dalam suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkahlaku manusia dalam suatu organisasi atau dalam suatu kelompok tertentu. Kebanyakan orang tidak memahami cara berprilaku dan berkomunikasi yang baik dalam suatu organisasi, sehingga penerima pesan tidak menganggap penting tentang apa yang disampaikannya karena bahasa dan cara penyampaian yang tidak baik. Komunikasi yang efektif akan memudahkan seseorang untuk beriteraksi secara sosial dengan anggota masyarakat lainnya dan membantu tugas – tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan pendahuluan diatas, maka dapat dikaji masalah yang ingin di bahas dalam makalah ini ialah :

ü  Bagaimana Prilaku individu dalam berorganisasi?

ü  Bagaimana kesadaran anggota organisasi terhadap pentingnya prilaku organisasi dan komuikasi organisasi?

ü  Bagaimana cara individu menerapkan prilaku dan komunikasi yang baik dalam suatu organisasi ?

ü  Pengaruh atau manfaat dari pemahaman akan prilaku organisasi dan komunikasi organisasi ?

1.3.Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan makalah ini ialah :

ü  Untuk memahami apa itu prilaku komunikasi dalam berorganisasi.

ü  Memberikan penjelasan kepada anggota organisasi agar mereka paham terhadap pentingnya prilaku organisasi dan komunikasi yang baik.

ü  Memberikan gambaran kepada individu tentang bagaimana cara mereka menerapkan komunikasi yang baik dalam suatu organisasi.

ü  Memberikan pemahaman atas pengaruh dan manfaat yang mereka peroleh dari prilaku organisasi dan komuiksi organisasi.

1.4.Manfaat Penulisan

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

ü  Bagi pembaca dapat menerapkan teori – teori prilaku komunikasi dalam  suatu organisasi sesuai  dengan kasus yang relevan.

ü  Menentukan dan menyesuaikan sikap dan prilaku komunikasi dalam berorganisasi.

ü  Bagi anggota organisasi dapat menghasilkan suatu komunikasi yang efektif agar tujuan bersama dapat tercapai.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian

Komunikasi mengacu pada tindakan oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yng terdistorsi oleh gangguan ( noise ), terjadi dalam konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik (Devito, 1997). Dalam hal ini setiap orang memiliki organisasi, prilaku  individu yang baik dalam berorganisasi sangat dibutuhkan  untuk tercapainya suatu kerjasama sesuai dengan tujuan dan kesepakatan bersama. Organisasi didefinisikan sebagai “ sekelompok individu yang bergabung bersama untuk mencapai tuuan tertentu, dimana jumlah orang didalamnya bervariasi dan yang menjadi cirri utamanya adalah individu-individu bekerja dalam suatu struktur yang telah ditetapkan” (Rogers dan Rogers, seperti dikutip oleh Yuhana et al, 2006, halaman 103)

Menurut ( Miftah Thoha, 1983 ) memberikan pengertian tentang organisasi yaitu “ Suatu pertanyaan yang harus dipertanyakan dalam setiap proses administrasi ialah bagaimanakah suatu keputusan itu dapat dapat mempengaruhi setiap orang ? jawabnya, tanpa komunikasi keputusan tidak dapat mempengaruhi mereka. Komunikasi itu merupakan kumpulan orang – orang yang selalu membutuhkan komunikasi dengan sesamanya.”

Selain itu pengertian prilaku juga dijelaskan oleh  Miftah Thoha yang menyatakan bahwa setiap anggota dalam suatu organisasi harus mengetahui penekanan kata – kata pada proses penyampaian informasi dari satu orang ke orang lain.

Jadi, prilaku komunikasi dalam berorganisasi dapat dilihat dari sikap dan panekanan kata – kata pada proses penyampaian informasi dari satu orang ke orang lain yang selalu membuthkan komunikasi dengan sesamanya dalam suatu kelompok atau organisasi untuk tercapainya suatu kerjasama dengan tujuan dan kesepakatan bersama.

2.2 Prilaku Individu dalam Berorganisasi

Setiap orang memiliki organisasi baik itu organisasi dia sebagi anggota masyarakat, maupun sudah menduduki tingkat pemerintahan. Dalam hal ini sangat diperlukan penempatan diri yang baik dan sesuai pada setiap organisasi yang berbeda. Dalam suatu perkantoran misalnya, salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan sosialisasi antar sesama anggota masyarakat adalah karakteristik karyawan yang terdiri dari ; usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja, posisi jabatan dan motif atas tujuan kenapa kita ikut dalam suatu organisasi itu.

Prilaku kita harus di ubah dalam setiap tingkatan usia. Kita harus menghormati orang yang lebih tua sekalipun itu bawahan kita dalam suatu organisasi, dan begitupun sebaliknya orang yang lebih tua juga harus menghormati dan mematuhi perintah pemimpin walaupun usia pemimpinnya jauh lebih muda dari usianya. Dalam sutu organisasi tidak memandang usia untuk melakukan kerjasama, setiap orang berhak mendapatkan jabatan tanpa melihat umur dan yang terpenting adalah mereka dapat melakukan tanggumg jawab dan saling menghormati dengan berkomunikasi yang baik dalam suatu organisasi.

Adanya perbedaan jenis kelamin antara laki – laki dan wanita dalam suatu oranisasi juga mempengaruhi bagaimana cara prilaku kita dengan menggunakan komunikasi yang sesuai. Prilaku kita dalam berbicara antara laki-laki  tidak bisa disamakan engan kelakuan kita berbicara dengan sesama wanita. Pada umumnya wanita lebih memilih berkomunikasi lemah lembut dengan lawan bicaranya.

Tingkat pendidikan juga akan mempengaruhi cara kita berkomunikasi dengan orang lain, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang diharapkan semakin tinggi juga prilaku positif sesorang dalam berkomunikasi, apalagi dalam suatu komunikasi. Tingkat Pendidikan seseorang dapat dilihat dan dinilai dari prilaku mereka berkomunikasi dalam suatu organisasi.

Prilaku yang baik dalam berkomunikasi dalam suatu organisasi akan mempengaruhi masa kerjanya. Organisasi tidak hanya menilai pekerjaannya saja, tetapi lebih memprioritaskan prilaku yang positif yang dapat diterima oleh semua anggota organisasi.

2.3 Kesadaran anggota organisasi terhadap pentingnya prilaku organisasi dan komuikasi organisasi

Proses sosialisasi antara sesama anggota organisasi diharapkan dapat memiliki kesadaran saling ketergantungan dan saling berhubungan agar tercapainya suatu tujuan bersama. Melalui sosialisasi diharapkan anggota organisasi lebih paham dan sadar mengenai kebijakan yang diberlakukan  dalam suatu organisasi tersebut yang nantinya akan memacu anggota untuk berlaku positif dalam bekerja, terutama dalam mengerjakan tugas dan kewajiban sebagai anggota. Hasil penelitian kasus kantor Perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Kota Bandung Provinsi Jawa Barat oleh salah seorang Mahasiswi IPB Dwi Cita Sania Putri pada tahun 2008, menunjukan sebagian besar anggota berada pada kategori prilaku positif yang tinggi dalam bekerja.

Tabel 1.      Distribusi sebaran Responden Menurut Perilaku Positif daalm Bekerja di Kantor PT Telkom, Bandung, 2008

Prilaku Positif dalam bekerja Umlah (Orang) Persentase (%)
Kurang tinggi 3 2,9
Agak tinggi 16 15,2
Tinggi 86 81,9
Total 105 100,0

Keterangan:tidak ada satupun responden menyatakan rendah.

2.4 Cara individu menerapkan prilaku dan komunikasi yang baik dalam     suatu organisasi

Dalam proses komunikasi, pesan adalah segala sesuatu yang dihasilkan sumber dan diterima oleh penerima. Makna pesan yang dikirim oleh sumber sesuai dengan makna dari pesan yang diterima oleh penerima disebut komunikasi efektif.[1] Komunikasi efektif ini sangat menggambarkan bagaimana cara individu menerapkan prilaku dan komunikasi yang baik dalam suatu organisasi. Komunikasi  dan prilaku baik yang diterima dari sumber diharapkan akan memberikan makna yang sama di antara keduanya.

Terdapat empat faktor yang mempengaruhi keefektifan komunikasi dalam suatu organisasi, yaitu : (1) saluran komunikasi formal, yang didukung dan dikendalikan oleh manajer; (2) Struktur wewenang, dimana isi dan akurasi komunikasi dipengaruhi oleh perbedaan status, kekuasaan serta wewenang dalam organisasi; (3) Spesialisasi pekerjaan, yang mempermudah komunikasi dalam kelompok yang berbeda-beda: (4) Kepemilikan informasi, yang berarti individu mempunyai informasi yang unik dan pengetahuan mengenai pekerjaan mereka dan dapat berfungsi lebih efektif daripada rekan setingkatnya (Marsita, 2005, seperti yang dikutip oleh Dwi Cita Sania Putri, 2008). Dengan mengetahui faktor-faktor ini diharapkan terciptanya komunikasi yang efektif untuk memperlancar, mengembangkan dan meningkatkan prilaku yang baik dalam suatu organisasi.

2.5 Pengaruh atau manfaat dari pemahaman akan prilaku organisasi dan komunikasi organisasi

Prilaku komunikasi yang baik dan efektif akan mendatangkan menfaat baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap anggota organisasi serta pancapaian tujuan yang diinginkan bersama akan lebih mudah dicapai.

Selain itu dikemukakan juga manfaat akan prilaku organisasi dan komunikasi organissi oleh (Miftah Thoha, 1983):

“kerja dalam panitia merupkan suatu keuntungan bagi tindakan-tindakan       individu. Karena di dalam panitia ditawarkan suatu hal yang berguna yakni adanya usaha bersama dan pertimbangan-pertimbangan yang menyatu di antara orang-orang yang bekerja di dalamnya. Ada suatu pepatah, dua kepala adalah lebih baik dari satu kepala, karena dari dua kepala akan keluar dua pendapat, sedangakan satu kepala hanya satu pendapat.”

Pendapat Miftah Thoha di atas menjelaskan manfaat dari komunikasi organisasi, dengan komunikasi organisasi sesama anggota dapat saling bertukar pikiran yang akan memberikan pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam mengatasi persoalan-persoalan organisasi. Selain itu prilaku organisasi yang baik akan menghilangkan konflik antar sesame anggota.

BAB III

PEMBAHASAN

Prilaku komunikasi dalam berorganisasi merupakan suatu hal yang akan menentukan kelangsungan hidup dan keberhasilan untuk mewujudkan tujuan bersama. Prilaku yang baik dengan tercapainya keefektifan komunikasi efektif dalam pelaksanaan sosialisasi sesama anggota akan menggambarkan interaksi-interaksi antar anggota organisasi dalam melaksanakan tugasnya. Komunikasi efektif ini sangat menggambarkan bagaimana cara individu menerapkan prilaku dan komunikasi yang baik dalam suatu organisasi. Komunikasi  dan prilaku baik yang diterima dari sumber diharapkan akan memberikan makna yang sama di antara keduanya untuk mencapai tujuan bersama.

Proses sosialisasi antara sesama anggota organisasi diharapkan dapat memiliki kesadaran saling ketergantungan dan saling berhubungan agar tercapainya suatu tujuan bersama. Melalui sosialisasi diharapkan anggota organisasi lebih paham dan sadar mengenai kebijakan yang diberlakukan.

Prilaku seseorang dalam berkomunikasi sangat mejamin berlansung atau berjalannya suatu organisasi yang baik dan lancar. Suatu organisasi membutuhkan kerja sama yang baik antar sesama anggota dengan memprioritaskan prilaku dan komunikasi yang baik.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 KESIMPULAN

Prilaku seseorang dalam berkomunikasi sangat mejamin berlansung atau berjalannya suatu organisasi yang baik dan lancar. Suatu organisasi membutuhkan kerja sama yang baik antar sesama anggota dengan memprioritaskan prilaku dan komunikasi yang baik, karena sebagai mana kita ketahui bersama pada umumnya setiap individu memiliki suatu organisasi, baik itu organisasi dari tingkat RT atau RW, organisasi dalam studi belajar mengajar di kampus, bahkan sampai ke anggota salah satu  Departemen pemerintah.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan sosialisasi antar sesama anggota masyarakat adalah karakteristik karyawan yang terdiri dari ; usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja, posisi jabatan dan motif atas tujuan kenapa kita ikut dalam suatu organisasi itu.

Komunikasi efektif ini sangat menggambarkan bagaimana cara individu menerapkan prilaku dan komunikasi yang baik dalam suatu organisasi. Komunikasi  dan prilaku baik yang diterima dari sumber diharapkan akan memberikan makna yang sama di antara keduanya untuk mencapai tujuan bersama.

3.2 SARAN

Mengingat setiap kita merupakan anggota organisasi baik itu organisasi pada diri sendiri, setingkat desa, sekolah, kuliah maupun telah memasuki Departemen pemerintah harus menciptakan prilaku yang baik dan komunikasi yang efektif. Prilaku yang baik dan komunikasi yang efektif dalam suatu organisasi akan meningkatkan komunikasi dan interaksi yang kuat agar dalam menyelesaikan masalah dapat dipecahkan secra bersama.

Anggota organisasi seharusnya sering mengadakan rapat rutin untuk selalu dapat berkomunikasi dan saling bertukar pikiran.

DAFTAR PUSTAKA

De Vito. 1997. Komunikasi Antar Manusia. Jakarta: Profesional book.

Putri DCS. 2008. Keefektifan Komunikasi Organisasi Pada Program Sosialisasi Kebijakan Sumber Daya Manusia. [skripsi]. Bogor: Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor

Randall B. Clarence. 1998. The Folklore of Management. Jakarta: PT    Gramedia Widiasarana Indonesia.

Thoha, Miftah. 1998. Perilaku Organisasi: Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Yuhana, ida, Ninuk Purnaningsih dan Siti S.M. 2006. Efektivitas Komunikasi. Bahan Kuliah Dasar-Dasar Komunikasi. Departemen Komunikasi dan Penembangan Masyarakat. Fakultas Ekologi Manusia IPB, tidak dipublikasikan.


[1] Ida Yuhana, ninuk purnaningsih dan Siti Sugiah Mugneisyah. Bahan kuliah dasar-dasar komunikasi. Depertemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Fakultas Ekoligi Manusia. Institut Pertanian Bogor, 2006

posted under Academic | No Comments »